Our Partner :
News & Gallery
Post date : 28 Feb 2014

Jakarta -Merek pelumas Penzstar mungkin kurang akrab di telinga pecinta otomotif. Wajar saja, soalnya mereka selama ini belum terlalu fokus ke ritelnya. Kini mereka mencoba bermain di roda dua dan roda empat.

"Kenapa kami baru kenalkan pelumas untuk mobil dan motor sekarang? Sebenarnya pemikirannya sangat sederhana. Agar kami bisa lebih dikenal saja," kata Direktur Utama Teddy Harijono, PT. Penzstar Panca Persada, Teddy Harijono, di JW Marriot Jakarta, Rabu (18/12/2013).

"Dan kalau di Industri kami (Penzstar) saja diterima, otomatis harusnya mesin-mesin kecil seperti mobil dan motor bisa menerima kita. Itu dasar pemikirannya," lanjutnya.

Namun meski Penzstar merupakan buatan lokal Teddy mengakui bahwa bahan material didapat dari luar negeri.

"Bahan material kita masih impor, ada yang dari Singapura, Korea, dan negara-negara lainnya, begitu juga dengan zat aditifnya. Namun untuk formulasi kita buat sendiri sesuai dengan karakter mesin-mesin di Indonesia," katanya.

Meski demikian dirinya berani bilang kalau Penzstar merupakan pelumas buatan Indonesia dan merupakan merek Indonesia.

Penzstar memperkenalkan 14 produk pelumas baik untuk kendaraan roda 2 ataupun roda 4, dengan 2 produk andalan Penzstar Supreme Platinum SAE 15W-40 untuk kendaraan roda empat dan 10W-30 untuk roda dua.

Pelumas yang memiliki target segmen kelas medium keatas ini juga menawarkan harga yang cukup terjangkau. Untuk pelumas motor Penzstar kenalkan di Rp 28-35 ribu per liter, dan untuk pelumas mobil Rp 35-45 ribu per liter.

Minus Pelumas Motor Sport

Namun untuk pelumas motor-motor performa, Penzstar belum memilikinya.
Soalnya Penzstar menilai penjualan motor sport di Indonesia masih relatif kecil.

"Kami belum akan memperkenalkan pelumas khusus untuk motor sport. Dan kami belum lihat meski ada arah ke sana," kata Teddy.

Hal senada juga diungkapkan Regional Manager Joseptian W. PT PT. Penzstar Panca Persada.

"Kalau pelumas khusus untuk motor sport itu kita hanya permainan brand (merek), dan pasar sport masih sedikit dibandingkan dengan pasar motor lainnya," katanya.

 

Sumber : detik.com

-